Tersenyumlah untuk hidupmu!


Bismillahirrahmanirrahiim
"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain". (HR. Ahmad)

Jumat, 06 September 2013

Mungkin ini rencana-Nya

Ketika mempertanyakan mengapa kita harus melakukan hal ini?, biar apa?, mengapa kita ada disini?, tujuanya apa?, terus mau apa? dan pertanyaan pertanyaan lainnya,  mungkin akan langsung terbesit, ah ini mungkin rencana-Nya. Tapi apa itu wajar ya ketika semua yang terjadi dalam diri kita selalu mengarah pada “ini mungkin rencana-Nya”? kapan kita mau belajar untuk berinstropeksi diri? Berserah diri dan pasrah itu boleh, tetapi setelah semua usaha sudah dikerahkan. kalau kita belum berusaha, apa itu wajar? lalu bagaimana?. Ini bukan bahasa filsafat, tapi ini bahasa kejujuran (haaahh??). Loh rey kenapa ini bahasa kejujuran? Pasti dalam diri manusia ada bahasa kejujuran. Hanya kita dan Allah lah yang tahu (ini kenapa jadi ngelantur ke bahasa kejujuran??). Kembali ke awal...

Enak ya ketika melihat orang yang tetap semangat dan tersenyum saat tugas menumpuk, dapet amanah yang datang silih berganti, diminta untuk menjabat sebagai sesuatu terus menerus. Pasti kita bertanya apa resepya. Hmmm tapi siapa kira bahwa mereka bisa jadi pernah mendapat rintangan yang sangat besar di banding dengan apa yang kita dapatkan. Sehingga mereka sudah terbiasa ketika ada rintangan besar yang menghadang kemudian. Apa cuma itu?  kunci selanjutnya adalah Ikhlas. Seorang sahabat pernah mengatakan, ikhlas itu susah untuk didefinisikan. Tetapi menurutku Ikhlas disini adalah ketika kita melakukan sesuatu memang murni untuk berbuat, bukan untuk diperlihatkan. Entahlah, jadi bingung.

Bisa jadi apa yang kita pilih sekarang bukan apa yang kita inginkan. Tapi Allah Maha mengetaui segalanya. Allah tahu yang terbaik untuk kita. Sekarang kita tinggal bertanggung jawab atas apa yang kita dapatkan. Karena yang kita dapatkan itu terkadang bukan tidak kita inginkan, tetapi itu adalah pilihan kedua atau pilihan cadangan. So, from my organic chemistry lecture said that “i’m responsible to my own decission”

Jangan membatasi diri, mungkin ini memang rencana-Nya, tapi niat, usaha, dan do’a lah yang akan menjadi pertimbangan dari segala apa yg akan kita dapatkan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“reeeeeeyyy jgn sedih, ini mungkin konsekuensi dari segala yg kamu perbuat satu tahun kemarin” seseorang berinisial X berbicara kepadaku

“bisa jadi....” aku menjawabnya

Kemudian aku melanjutkan, “atau dengan seperti ini mungkin aku baru mau belajar, dasar payah aku nih!! tunggu dapat cobaan dulu baru mau belajar”

X kemudian berkata “setiap orang punya caranya masing-masing untuk belajar, dan mungkin ini bisa menjadi pemicu agar hal seperti ini tidak terulang kembali”

“kayanya musti ambis nih hahaha” aku menimpali

“ngga gitu juga kalee rey” kata X sambil terus menulis pekerjaannya

“ini semua untuk Allah, Mama - Abah, dan keluarga. Dan tentunya karena aku adalah muslim, i wanna be a great moslemah, aamiin”

Siang itu pun berubah menjadi cerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar