Tersenyumlah untuk hidupmu!


Bismillahirrahmanirrahiim
"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain". (HR. Ahmad)

Senin, 16 September 2013

LATAR BELAKANG




Terkadang bingung, buat judul dulu atau langsung cerita. hmm, saya tidak pandai buat latar belakang sebenarnya. saya lebih suka sesuatu yang abstrak dan kurang teratur, walaupun sebenarnya itu tidak baik. Ada salah satu teman saya yang sangat pandai membuat latar belakang, contohnya di laporan, di makalah, di jurnal, dsb. kalau saya? ah. memulainya pun susah. malah ketika saya membuat suatu cerita alurnya kebalik-balik sampai buat yang lain bingung.

tapi latar belakang bisa dibentuk ketika kita memang mengerti tujuannya apa. ya, tujuan!. kita tidak tahu tujuan kita apa, oleh karenanya kita tidak bisa menulis latar belakang. eh, ini bukan lagi belajar bahasa Indonesia atau TTKI loh ya. karena latar belakang itu dibutuhkan disetiap pergerakan yang kita buat. tidak hanya bikin laporan, jurnal, ataupun makalah.

Alasan latar belakang sulit kita tentukan dan kita utarakan adalah ketika kita kurang berpendirian teguh. mudah terombang-ambing, dan sulit menentukan apa fokus kita. tapi, bingung juga ya jika kita terlalu berpendirian teguh, apakah berpengaruh pada statusisasi sosial (ala vi*k*) eh, maksudnya hubungan sosial kita dengan yang lain? apakah kalau terlalu berpendirian teguh seperti itu kita mungkin tidak akan mendengarkan nasehat bahkan masukan dari orang lain ? 
eiiitsss, bukan begitu ternyata. berpendirian teguh disini adalah mempertahankan prinsip kita yang memang sudah dikaji agar baik bagi diri kita dan baik dimata Allah (itu menurut saya sebenarnya).

susah banget ya, padahal cuma mau bilang kalau latar belakang itu penting sekali untuk kita. Karena setiap yang kita lakukan, pergerakan yang kita buat, dan solusi yang kita utarakan, itu semua dari latar belakang itu sendiri. tentunya yang sudah matang dan  bermanfaat bagi orang banyak :)

jadi, latihan buat latar belakang yuk! (tiba-tiba kembali ke dunia nyata)

Minggu, 08 September 2013

Keyakinan - Reaksi

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Dr. Beck seorang ilmuwan dan peneliti otak, disimpulkan bahwa dengan memperbaiki keyakinan-keyakinan yang salah, kita dapat mengurangi atau mengubah reaksi kita terhadap suatu peristiwa. Dia menyusun tiga prinsip berikut :

1. seluruh suasana hati Anda dibentuk oleh pikiran. Anda merasakan apa yang Anda kerjakan saat ini disebabkan pikiran yang anda miliki sekarang.

2. ketika anda merasa tertekan, ini disebabkan karena pikiran-pikiran anda didominasi oleh suatu pikiran negatif yang merajalela. yang lebih buruk adalah Anda akan mulai mempercayai bahwa segalanya benar-benar seburuk yang Anda bayangkan.

3. Pikiran-pikiran negatif selalu mengandung berbagai penyimpangan yang mencolok. pikiran yang berbelit-belit merupakan penyebab utama bagi hampir semua penderitaan Anda.


Jumat, 06 September 2013

Mungkin ini rencana-Nya

Ketika mempertanyakan mengapa kita harus melakukan hal ini?, biar apa?, mengapa kita ada disini?, tujuanya apa?, terus mau apa? dan pertanyaan pertanyaan lainnya,  mungkin akan langsung terbesit, ah ini mungkin rencana-Nya. Tapi apa itu wajar ya ketika semua yang terjadi dalam diri kita selalu mengarah pada “ini mungkin rencana-Nya”? kapan kita mau belajar untuk berinstropeksi diri? Berserah diri dan pasrah itu boleh, tetapi setelah semua usaha sudah dikerahkan. kalau kita belum berusaha, apa itu wajar? lalu bagaimana?. Ini bukan bahasa filsafat, tapi ini bahasa kejujuran (haaahh??). Loh rey kenapa ini bahasa kejujuran? Pasti dalam diri manusia ada bahasa kejujuran. Hanya kita dan Allah lah yang tahu (ini kenapa jadi ngelantur ke bahasa kejujuran??). Kembali ke awal...

Enak ya ketika melihat orang yang tetap semangat dan tersenyum saat tugas menumpuk, dapet amanah yang datang silih berganti, diminta untuk menjabat sebagai sesuatu terus menerus. Pasti kita bertanya apa resepya. Hmmm tapi siapa kira bahwa mereka bisa jadi pernah mendapat rintangan yang sangat besar di banding dengan apa yang kita dapatkan. Sehingga mereka sudah terbiasa ketika ada rintangan besar yang menghadang kemudian. Apa cuma itu?  kunci selanjutnya adalah Ikhlas. Seorang sahabat pernah mengatakan, ikhlas itu susah untuk didefinisikan. Tetapi menurutku Ikhlas disini adalah ketika kita melakukan sesuatu memang murni untuk berbuat, bukan untuk diperlihatkan. Entahlah, jadi bingung.

Bisa jadi apa yang kita pilih sekarang bukan apa yang kita inginkan. Tapi Allah Maha mengetaui segalanya. Allah tahu yang terbaik untuk kita. Sekarang kita tinggal bertanggung jawab atas apa yang kita dapatkan. Karena yang kita dapatkan itu terkadang bukan tidak kita inginkan, tetapi itu adalah pilihan kedua atau pilihan cadangan. So, from my organic chemistry lecture said that “i’m responsible to my own decission”

Jangan membatasi diri, mungkin ini memang rencana-Nya, tapi niat, usaha, dan do’a lah yang akan menjadi pertimbangan dari segala apa yg akan kita dapatkan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“reeeeeeyyy jgn sedih, ini mungkin konsekuensi dari segala yg kamu perbuat satu tahun kemarin” seseorang berinisial X berbicara kepadaku

“bisa jadi....” aku menjawabnya

Kemudian aku melanjutkan, “atau dengan seperti ini mungkin aku baru mau belajar, dasar payah aku nih!! tunggu dapat cobaan dulu baru mau belajar”

X kemudian berkata “setiap orang punya caranya masing-masing untuk belajar, dan mungkin ini bisa menjadi pemicu agar hal seperti ini tidak terulang kembali”

“kayanya musti ambis nih hahaha” aku menimpali

“ngga gitu juga kalee rey” kata X sambil terus menulis pekerjaannya

“ini semua untuk Allah, Mama - Abah, dan keluarga. Dan tentunya karena aku adalah muslim, i wanna be a great moslemah, aamiin”

Siang itu pun berubah menjadi cerah.